Rabu, 27 November 2019

Pendidikan Agama Islam

Nama : Lufthanithalia Viennantika
NIM    : 11901228
Kelas  : PAI 1/D
Dosen Pengampu : Farninda Aditya,  M. Pd.

      Pendidikan agama islam adalah suatu pembelajaran yang dilakukan oleh seorang guru atau yang di tetapkan oleh lembaga pendidikan yabg memberi materi mengenai agama islam sehingga orang menjadi tahu tentang agama islam
      Menurut Drs. Ahmad D. Marimba, pendidikan agama islam adalah bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan hukum-hukum agama islam menuju terbentuknya kepribadian ugama menurut ukurab islam (Drs.  Ahmad Marimba, 1993:65)
Sedangkan menurut Drs. Burlian Somad, Pendidikan agama islam adalah suatu pendidikan dinamakan pendidikan islam, jika pendidikan itu bertujuan membentuk individu menjadi bercorak diri, berderajat tinggi menurut ukuran Allah dan isi pendidikan nya untuk mewujudkan tujuan itu adalag ajaran Allah (Drs. Burlian Somad:2005:45)
      Adapun dalil yang berkaitan dengan pentingnya pendidikan agama islam untuk semua yang beragama islam. Surah Al-Mujadilah:11 "Allah akan meninggikan derajat orang yang beriman diantara orang yang di beri ilmu pengetahuan" Surah Thoha:14 " Dan katakanlah (olehmu Muhammad)  Ya Tuhanku,  tambahkan kepadaku ilmu pengetahuan" Yang mana dalam surah tersebut menjelaskan bahwa pentingnya kita dalan menuntut ilmu, di tekankan kembali kepada kita bahwa jikalau kita menuntut ilmu maka Allah akan mengangkat derajat kita. Kita dilahirkan wajib di beri pendidikan dari sejak dini hingga kita berumur dewasa. Dan seseorang yang beriman pasti mengetahui betapa penting nya menuntut ilmu agar tidak dipandang rendah oleh orang lain. Kemudian kita tidak merasakan pahitnya kebodohan.
      Adapun bentuk penerapan ilmu pendidikan agama islam dalam kehidupan sehari hari. Menurut saya, dengan cara mengikuti perintah Allah dan menjadu segala laranganNya, melaksanakan dengan baik semua ajaran islam yang ada serta melaksanakan perintah berilmu yang bermanfaat dari siapapun serta menjadi hambaNya yang selalu bersyukur.

Cerita Rakyat Sambas "Kisah Mak Kasum"

Nama : Lufthanithalia Viennantika
NIM    : 11901228
Kelas  : PAI 1/D
Dosen Pengampu : Farninda Aditya, M. Pd.


                       CERITA RAKYAT SAMBAS: 
KISAH 'MAK KASSUM' DALAM SEJARAH BUBUR PEDAS .                                                                                                          
     Negeri Sambas kaya akan peninggalan budaya yang diwariskan oleh leluhurnya, mulai dari adat istiadat, bangunan sejarah, rumah lanting, pakaian adat,  hingga peninggalan kuliner khasnya yang masih bisa ditemukan hingga sekarang. Kita sebagai generasi muda yang berpendidikan harusnya menghargai dan melestarikan dengan penuh rasa bangga. Salah satu kuliner Sambas yang terkenal adalah Bubur Pedas, sekaligus menjadi makanan khas Kalimantan Barat. Salah satu bahan dasar dalam pembuatan Bubur Pedas Sambas adalah Daun Kesum. Daun Kesum (daun laksa) adalah sejenis tumbuhan yang banyak terdapat di ASEAN. Nama saintifiknya Persicaria odorata.Terdapat bagian pokok Daun Kesum yang boleh diambil untuk dijadikan makanan. Daun Kesum sering diambil dan dijadikan bahan masakan yang sungguh menyelerakan.
  Masyarakat Singapura dan Malaysia biasanya menggunakan daun ini sebagai salah satu bumbu wajib masakan laksa. Aroma harum dan cita rasa pedas daun kesum sangat khas dan dapat mengurangi aroma amis pada olahan ikan, ayam atau daging. Tak terkecuali oleh masyarakat Melayu Sambas. Daun kesum merupakan bahan wajib untuk membuat Bubur Pedas yang membuat bubur ini menjadi sangat lezat dan berbeda dengan masakan lainnya. Penggunaan daun kesum untuk bubur pedasdiiris tipis bersamaan dengan daun kunyit sehingga masakan bertambah harum dan sedap.KISAH 'MAK KASSUM' DALAM SEJARAH BUBUR PEDASTujuan saya dalam penulisan artikel ini hanyalah sederhana, berbagi informasi seputar Negeri Sambas. 
     Nah temen temen kali ini saya mau review sebuah cerita rakyat Sambas "Asal Usul Daun Kesum Dalam Sejarah Bubur Pedas". Cerita ini saya kutip dari buku Balai Bahasa Kalimantan Barat 2017 di tulis oleh Sabhan Rasyid. inilah cerita singkatnya: 
   Pada zaman dahulu hiduplah seorang raja yang sangat kaya memimpin sebuah kerajaan di Negeri Sambas. Sang Raja memiliki banyak pengawal dan pembantu di istana kerajaannya. Suatu hari, Sang Raja jatuh sakit dan harus terbaring di kamarnya. Nafsu makan Sang Raja dengan seketika menurun bahkan menghilang. Semua penduduk istana sangat mengkhawatirkan kesehatan Sang Raja karena tidak memiliki nafsu makan. Suatu hari, Sang Raja memerintahkan seorang pembantu yang bertugas sebagai juru masak kerajaan untuk membuat makanan untuk dirinya. Pembantu tersebut meracik beras dan sayur-mayur untuk dijadikan makanan dan obat untuk raja. Selesai mengolah semua bahan makanan, pembantu tersebut dengan segera menyerahkanhasil masakannya kepada raja. Tak disangka, raja dengan lahap menyantap racikan makanan dari sang pembantu. Selesai menghabiskan makanan, Sang Raja menyuruh pengawalnya untuk memanggil pembatu yang telahberhasil membuatkan makanan yang sangat enak untuk raja. Pembantu tersebut kemudian menghadap raja. “Ada apa gerangan raja memanggil saya?” tanya pembantu tersebut.Raja kemudian menanyakan kepada pembantu tersebut tentang sebuah daun yang dirasakan raja sangat khas dan enak saat menyantap masakannya. “Daun apakah yang kau gunakan dalam masakan itu sehingga masakan tersebut bisa mengembalikan nafsu makanku?” tanya raja. Hamba menemukan tanaman tersebut di pekarangan istana ini, tetapi hamba tidak mengetahui apa nama tanaman tersebut,” jawab pembantu.Kemudian, raja menanyakan nama pembantunya tersebut. “Siapa namamu wahai pembantu?” tanya raja. Nama hamba Kasum, biasa orang-orang memanggil hamba dengan Mak Kasum,” jelas pembantu. Mendengar jawaban tersebut, sang raja kemudian memberi nama daun khas tersebut dengan daun kasum sesuai dengan nama “Mak Kasum”— seorang pembantu raja yang telah menggunakan daun ini sebagai bahan makanan untuknya.
   Nah teman teman sekian lah cerita yang daoat saya kutip. Cerita ini mengisahkan tentang suatu kejadian di bumi Sambas tentang hubungan Mak Kassum dengan Bubur Pedas. 

Selasa, 15 Oktober 2019

RESUME SISTEMATIKA PENULISAN SKRIPSI MAHASISWA

RESUME SISTEMATIKA PENULISAN SKRIPSI
MAHASISWA
NAMA : NIM
LUFTHANITALIA VIENNANTIKA : 11901228
1 D PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

KONTRIBUSI K.H. MAS'UDI
DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM
DI KALIMANTAN BARAT

SKRIPSI

Oleh:

DIAH SULASTRI
NIM : 1101110433

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEUGURUAN (FTIK)
INSTITUT AGAMA ISLA NEGERI (IAIN)
PONTIANAK
1440 H/2019 M

MOTTO :

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا            إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
(QS. Al-Insyirah : 5-6)

***
"Setiap Masalah Pasti ada Solusinya"

ABSTRAK :
DIAH SULASTRI. Kontribusi K.H. Mas'udi dalam Pengembangan Pendidikan Islam di Kalimantan Barat. Skripsi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2018. 
K.H. Mas'udi adalah pendidik sekaligus pendakwah yang banyak berkonstrubusi dalam pendidikan islam di Kalimantan Barat. Beliau lah yang mendirikan beberapa masdrasah, surau, dan masjid dalam upayanya mengembangkan pendidikan islam di Kalimantan Barat, sehingga sangat penting untuk di abadikan.. Dari latar belakang tersebut, maka tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui kontribusi K.H. Mas'udi dalam pengembangan pendidikan islam di Kalimantan Barat. (2) Untuk mngetahui kontribusi K.H. Mas'udi dalam bidag pengembangan madrasah di Kaliantan Barat. (3) Untuk karya yang berkaitan dengan pengembangan pendidikan agama islam di Kalimantan Barat.
Jenis penelitianini adalah penelitian studi tokoh, maka pendekatan yang di gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sejarah. Penelitian ini di lakukan di tempat sumber data berada, yaitu keluarga dan murid-murid K.H. Mas'udi. Teknik pengumpulan data pada penelitia ini menggunakan teknik wasancara. Observasi dengan alatnya berupa catatan lapangan. Dokumentasi dengan alatnya berupa foto-foto dan karya-karya.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah : (1) Kontribusi K.H. Mas'udi dalam pengembangan pendidikan agama islam di Kalimantan Barat, meliputi : (a) Berdakwah dalam lingkungan masyarakat. (b) Mendirikan madrasah. (c) Mendirikan masjid dan surau. (d) Menulis karya sebagai bahan ajar. (2) Madrasah yang pernah didirikan dan di kembangkan oleh K.H. Mas'udi adalah Madrasah Diniyah Al-Huda di Pematang Tujuh, Madrasah Ibtidaiyah Swasta Miftahussalam di Punggur, Yayasan Pondok Pesantren Al-Muhajirin di Rasau Jaya, dan Yayasan Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Jannah di Sambora. (3) Surau dan masjid yang pernah didirikan oleh K.H. Mas'udi adalah Masjid Al-Muhajirin di Rasau Jaya. (4) Karya-karyayang pernah dituliskan oleh K.H. Mas'udi sebagai bahan ajar, yaitu dalam bidang Fiqih, Tajwid kaidah kaidah Bahasa Arab , aqidah dan akhlak, faraid dan Tulisan-tulisann tentang keislaman lainnya.

Kata kunci : Dakwah, Ibadah, Islam, Kontribusi, dan Pendidikan.

Daftar Isi
ABSTRAK.........................................................................................................................   i
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………....  ii
DAFTAR ISI …………………………………………………………………………….. iv 
DAFTAR LAMPIRAN...................................................................................................... vi
DAFTAR GAMBAR.......................................................................................................... vii
BAB I    PENDAHULUAN ……………………………………………………………...  1
                A. Latar Belakang……………………………………………………………….  1
                B. Fokus Penelitian.…………………….…………………………….…………  5 
                C. Tujuan Penelitian…………………………………………………………….. 6
                D. Manfaat Penelitian………………………………………………………….... 7 
BAB II   URGENITAS KAJIAN PENDIDIKAN ISLAM
                DI KALIMANTAN BARAT..............................................................................  8 
                A. Penelitian terdahulu yang relevan......……………………………….………  8 
  B. Keadaan dakwah dan pengajaran agama islam di Kalimantan Barat….......... 11        
  C. Dinamika madrasah di Kalimantan Barat……….....................……………..  19
  D. Masjid dan surau sebagai pusat Pendidikan Islam di Kalimantan Barat........   26
  E. Karya-karya ulama Kalimantan Barat dalam Bidang Pendidikan Islam.........  28
BAB III Metode Penelitian……………………………………………………………....  31
               A. Jenis Penelitian ……………………………………………………………...... 31 
               B. Penentuan Sumber Data….…………………………………………...............  32
               C. Pemilihian Setting.............................................................................................  33
               D. Teknik dan Alat Bantu Pengumpulan Data........................................................ 33
               E. Prosedur dan Teknik Analisis Data.................................................................... 36
               F. Keabsahan Data.................................................................................................. 39
BAB IV. PEMBAHASAN.................................................................................................... 41
               A. Prodil K.H. Mas'udi........................................................................................... 41
               B. Kontribusi K.H. Mas'udi dalam Pengembangan Pendidikan Islam
                    di Kalimantan Barat.......................................................................................... 65
               C. Kontribusi K.H. Mas'udi dalam Bidang Pengembangan Madrasah
                    di Kalimantan Barat.......................................................................................... 68
               D. Kontribusi  K.H. Mas'udi dalam Bidang Kemakmuran Masjid sebagai Pusat
                    Pendidikan Agama Islam di Kalimantan Barat................................................. 71
               E. Kontribusi K.H. Mas'udi dalam Melahirkan karya-karya yang berkaitan dengan
                    Pendidikan Agama Islam di Kalimantan Barat................................................. 72
BAB V. PENUTUP............................................................................................................... 80
               A. Kesimpulan........................................................................................................ 80
               B. Saran.................................................................................................................. 81
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………….……….  82
LAMPIRAN........................................................................................................................  85

KUTIPAN

1. Menurut Winarno Surachmad (1988:2), metode adalah cara yang berfungsi sebagai alat untuk mencapai suatu tujuan, baik metode yang di gunakan dalam pembelajarn, makin efektif pencapaian tujuan untuk menetapkan apakah sebuah netode dapat disebut efektif, di perlukan persyaratan yang bersumber dari berbagai faktor. Faktor utama adalah tujuan yang ingin di capai.

2. Menurut Purwadinata ( 1967:22) istilah"Pembelajaran" sama dengan "instruction' atau pengajaran. Pengajaran mempunyai arti cara mengajar atau mengajarkan.

3. Menurut Ahmad Tafsir (2003:7) dengan mengutip pendapat dari Ki Hajar Dewantara, mengemuakan bahwa pembelajaran prinsip utamanya adalah adanya proses keterlibatan seluruh atau sebagian besar potensi.

4. Menurut Munawar M.Soad (2008:157) menyatakan bahwa "Dakwah pada hakekatnya merupakan upaya untuk mempengaruhi seseorang dalam bertindak dan berperilaku.

5. Menurut M.Subana dan Sudarajat (1999:88) menyatakan bahwa "Metode deksritif" adalah kegiatan penelitian untuk menggambarkan berbgai hubungan antara manusia, peristiwa, waktu, dan tempat secara kronologis dengan tidak memandang sepoton-potong objek yang di observasi.

6. Menurut Azymardi Azra (202:8) adalah menciptakan pribadi hamba Allah yang selalu bertakwa kepadaNya dan dapat mencapai kehidupan bahagia dunia akhirat.

7. Menurut Sugiono (2015:6) menyatakan bahwa "Berdasarkan metode, penelitian dapat dibedakan penelitian survey, exposfacto, eksperimen, naturalistik, policy research, action, evaluasi sejarah dan research and development

8. Menurut Sulasman (2014:88) menyatakan bahwa "secara umum penelitian sejarah ada 4 jenis, yaitu penelitian sejarah komporatif, yuridis, biografis, bibliografis."

9. Menurut Jusuf Enoch (1992:1) perencanaan dalam arti yang sederhana dapat di jelaskan sebgai suatu proses mempersiapkan hal-hal yang akan di kerjakan.

10. Menurut Ahmad Salabi dalam Suwito (2005:215) menyebutkan bahwa "transformasi terjadi secara langsung, karena di sebabkan oleh konsekuensi logis dari semakin ramainya kegiatan yang dilaksanakan.

DAFTAR PUSTAKA

Suwito:2005.Sejarah Sosial Pendidikan Islam.Jakarta:Pranada Media

Sulasman,2014.Metodologi Penelitian Sejarah:Teori, metode, contoh Aplikasi . Bandung:Pustaka Setia

Sugiyono.2015.Metode Penelitian Pendidikan:Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.Bandung:Alfabeta

Winarno Achmad.1998.Metode Penelitian, Teori, Metode:Bandung:Pustaka Setia

Purwadinata.1967.Metode Pembelajaran.Jakarta:iaf

Tafsir Achmad.2003.Ki Hajar Dewantara  (online:https/prinsippembelajaran.wordpress.com/2003/03/29

Munawar M.2008.Manusia dalam Perspektif Islam:Bandung,fikr

Subana,Sudrajat.1999.Penelitian Sejarah:Teori,Metode:Contoh,Jakarta:Rineka Cipta

Jusuf:1992.Perencaaan Sederhana: Suatu Pendekatan Praktik,Jakarta

Azymardi Azra,2012. Sejarah Pendidikan Islam.Jakarta.Pranada Media











Senin, 14 Oktober 2019

Observasi Penggunaan EYD/PUEBI

Observasi Penggunaan EYD/PUEBI

Gambar 1
 Waktu : 15 Oktober 2019
                 11:00 WIB
Tempat : IMI Coffe Jl. WR.Supratman
Analisis: Menurut saya, penggunaan kata pada gambar diatas salah, kata "bearti" seharusnya ditulis "berarti"
Sumber: Buku EYD
                  SANDRO JAYA Jakarta

                                Gambar 2
 Waktu: 15 Oktober 2019
                 11:00 WIB
Tempat: IMI Coffe Jl. WR.Supratman
Analisis: Menurut saya, penggunaan kata hubung pada kata "DI" seharusnya menggunakan huruf kecil.
Sumber: Buku EYD
                  SANDRO JAYA Jakarta

                              Gambar 3
 Waktu: 15 Oktober 2019
                 07.00 WIB
Tempat: Jl. Suprapto
Analisis: Menurut saya, penggunaan kata pada gambar diatas sudah benar.
Sumber: SANDRO JAYA Jakarta

                               Gambar 4
 Waktu: 15 OKTOBER 2019
                 12:30 WIB
Tempat: Masjid IAIN Pontianak
Analisis: Menurut saya, penggunaan kata hubung "di" seharusnya digabung karena bukan menunjukkan suatu tempat
Sumber: Buku EYD
                  SANDRO JAYA Jakarta
   
                               Gambar 5
 Waktu: 15 Oktober 2019
                 10:00 WIB
Tempat: Perpustakaan IAIN Pontianak
Analisis: Menurut saya, penggunaan kata pada gambar diatas sudah benar
Sumber:  Buku EYD
                   SANDRO JAYA Jakarta

                               Gambar 6
 Waktu: 15 Oktober 2019
                 10:00 WIB
Tempat: Perpustakaan IAIN Pontianak
Analisis: Menurut saya, penggunaan kata pada gambar diatas sudah benar
Sumber: Buku EYD
                  SANDRO JAYA Jakarta

                              Gambar 7
 Waktu: 15 Oktober 2019
               10:00 WIB
Tempat: Perpustakaan IAIN Pontianak
Analisis: Menurut saya, penggunaan kata pada pada kata "olah raga" seharusnya di gabung menjadi "olahraga"
Sumber: Buku EYD
                  SANDRO JAYA Jakarta

                               Gambar 8
 Waktu:  15 Oktober 2019
                  07:00 WIB
Tempat:  Parkiran gedung FTIK IAIN Pontianak
Analisis: Menurut saya, penggunaan kata "kempiskan" tidak sesuai menurut KBBI
Sumber: KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

                               Gambar 9
 Waktu:  15 Oktober 2019
                 07:00 WIB
Tempat: Parkiran gedung FTIK IAIN Pontianak
Analisis: Menurut saya, pada penggunaan tanda baca pada kata "perhatian" seharusnya menggunakan tanda seru
Sumber: Buku EYD
                  SANDRO JAYA Jakarta

                                Gambar 10
Waktu: 15 Oktober 2019
               07:00 WIB
Tempat: IAIN Pontianak
Analisis: Menurut saya,penggunaan kata pada gambar diatas sudah benar.
Sumber: Buku EYD
             

Senin, 23 September 2019

Pengalaman Bahasa

     Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Hai teman teman nah kali ini aku bukan lagi mau bercerita tentang kota ku melainkan berbagi tentang pengalaman bahasa ku, yaitu bahasa Melayu.
     Saat itu, ada salah satu keluarga yang lagi sakit keras di kota Ketapang, Kalimantan Barat.

    Nah, aku beserta rombongan keluarga ku melakukan perjalanan kesana pada pagi hari. Singkat cerita, malam hari pun kami sudah sampai di Kota Ketapang.
     Pihak keluaga pun menelfon agar kami sekeluarga bergegas ke rumah sakit, di karenakan kami baru pertama kali menginjakkan kaki kami di kota Ketapang, lalu kami bertanya kepada orang sekitar.
     Sedikit penjelasan bahwasannya di Pontianak bujur itu lurus, sedangkan di Ketapang, bujur itu benar hehe, terjadilah kesalahpahaman di antara kami saat berbincang.
Kami : Bu , mohon maaf numpang tanya, apakah benar jalan ke rumah sakit itu bujur dari sini?
Warga : haa maksudnya pak?
Kami : iya bu apakah bujur itu benar
Warga : (dengan kebingungan) ibu itu menjawab iya bujur itu benar
      Kami pun melanjutkan perjalanan ke rumah sakit atas jawaban dari ibu itu bahwa rumah sakit bujur dari jalan tempat kami berhenti tadi
      Ternyata, setelah satu jam kami lanjutkan perjalanan kerumah sakit, kami tidak sampai sampai di karenakan salah jalan 😂 yang harusnya kami belok, malah bujur karna sesuai dengan jawaban ibu tadi haha
       Nah kami pun menelfon keluarga kami yang sudah di rumah sakit. Kami menceritakan kejadian yang kami alami, kami pun di tertawakan setelah kami tau bahwa bujur itu benar dalam bahasa Ketapang hehe
       Nah, teman teman saran ku kita harus memiliki wawasan tentang keberagaman bahasa di sekitar kita agar tidak terjadi kesalahpahaman.
      Sekian dari saya, SAYONARAAA!
Wabilahitaufik Walhidayah, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Senin, 16 September 2019

Pontianak kota ku

    Assalamualaikum teman teman, nah kali ini aku akan menceritakan kampung halaman ku. Pontianak, Kalimantan Barat. Nah walaupun baru beberapa tahun aku tinggal disini, sebenarnya masa kecilku banyak ku habiskan di Jakarta, mengikuti jejak pekerjaan orang tua ku. Namun seiring nya waktu, aku meninggalkan kota Jakarta dan merantau di Pulau Kalimantan ini. Tak perlu panjang lebar lagi, aku bakalan berbagi cerita tentang Kota Pontianak.

    Asal usul kotaku ini sangat menarik teman, Pontianak sendiri berasal dari kata Kuntilanak, hihi serem banget kan, nah pasti kalian bertanya tanya kenapa sih di berasal dari kuntilanak? Nah, ayo simak jawaban nya.

   Kota Pontianak didirikan oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie pada hari Rabu, 23 Oktober 1771 (14 Rajab 1185 H) yang ditandai dengan membuka hutan di persimpangan Sungai Landak, Sungai Kapuas Kecil, dan Sungai Kapuas Besar untuk mendirikan balai dan rumah sebagai tempat tinggal.

   Pada tahun 1778 (1192 H), Syarif Abdurrahman dikukuhkan menjadi Sultan Pontianak. Letak pusat pemerintahan ditandai dengan berdirinya Masjid Jami' (kini bernama Masjid Sultan Syarif Abdurrahman) dan Istana Kadariah yang sekarang terletak di Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur.

  Nah, Ketika Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie bersama rombongan untuk menyisir hutan agar dapat dijadikan tempat pemukiman para rombongan diganggu makhluk astral dari arah hutan. Berada di delta pertemuan Sungai Kapuas Kecil, Sungai Kapuas Besar dan Sungai Landak para rombongan diganggu oleh suara jeritan dan tangisan mengerikan yang datangnya dari arah tengah hutan yang diduga berasal dari makhluk astral, kuntilanak.
    
     Banyak anggota rombongan yang merasa ketakutan ingin segera menyelesaikan pekerjaan kemudian pulang. Karena gangguan yang dialami oleh para rombongan, Syarif Abdurrahman merasa bahwa suara-suara itu sangat mengganggu rombongannya dan menghambat pekerjaan. Dengan inisiatifnya, Syarif Abdurrahman membawa meriam ke hutan dan menembakkan meriam tersebut kearah sumber suara. Dan benar saja, suara-suara mengerikan tersebut berangsur-angsur menghilang sehingga pekerjaan dapat dilakukan dan para rombongan merasa tenang. 

    Nah kalian pasti bertanya tanya juga kenapa aku bisa tahu sejarah Pontianak ini, alasan nya karna dari kecil memang aku sering sekali di ceritakan langsung oleh alm. paman ku Sultan Syarif Abu Bakar Alkadrie, paman ku ini Sultan Pontianak yang ke 8. 

Namun setelah ia wafat tgl 31 Maret 2017 kedudukan nya di ganti dengan anak kandung pertama nya Sultan Syarif Mahmud Melvin Alkadrie dan anak kedua nya Syarif Febriansyah Alkadrie (Pangeran mas perdana agung muda)


Nah mereka berdua lah yang meneruskan Istana Keraton Kadriah sebagai simbol kebesaran Kota Pontianak, kota yang penuh dengan keindahan nya.
     Kecintaan ku kepada kota tercinta ku ini ku tunjukkan dengan berbagai cara seperti memperingati hari ulang tahun kota Pontianak

       Tak hanya memperingati hari ulang tahun nya saja, aku pun mengikuti perlombaan yang bertujuan agar kota Pontianak semakin jaya seperti perlombaan Duta Istana Kadriah Pontianak

     Nah teman teman tak hanya keraton Kadriah dan bangunan lain nya yang berdiri megah, Kota Pontianak juga terdapat wisata kuliner loh, nah mau tau banget kan pasti nya makanan khas Kota Khatulistiwa ini? Ayoo simakkk!!!

     1. Sotong Pangkong
Nah makanan khas kota Pontianak ini ada setahun sekali loh teman, pada saat bulan ramadhan aja, walaupun ada nya setahun sekali, sotong Pangkong ini tidak di ragukan lagi kelezatan nya hehe

      2. Bingke
Tidak kalah lezat nya dengan sotong pangkong teman, bingke ini selalu menghipnotis lidah para penikmat kuliner loh, kalian wajib banget nyobain makanan khas kota Pontianak ini yaaa!!
   
      3. Chai Kwe
Duhh, kalo ngomongin makanan khas Pontianak yang satu ini teman bikin ngiler banget hehe karna selain rasanya yang enak dan lezat, chai kwe terbilang dengan harga yang bersahabat banget jadi ga bikin kantong kering dong kalo mau nyobain nya berkali kali hehe


      4. Lidah buaya
Nahh, setelah ngomongin tentang makanan khas Pontianak, ni juga ada minuman khas nya loh teman, Yups, lidah buaya yang bikin lidah gak bisa bohong kalo nyobain minuman yang satu inii hehe


    Sebenarnya masih banyak lagi makanan khas nya teman, insyaallah di lain waktu aku sharing lagi yaaaa, nah sekian cerita ku tentang kota tercinta ku , sampai bertemu lagiii, sayonaraaaaaaaaa........
    Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Senin, 09 September 2019

About me


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Hi everyone! Nama ku Lufthanithalia Viennantika, aku lahir di Pontianak, 02 Maret 2001. Aku dilahirkan di keluarga yang sederhana, aku di didik dengan pengetahuan agama untuk bekal di masa depanku. Ayah ku bernama Nurul Irsyadi, beliau bekerja sebagai pegawai negri sipil, sedangkan ibuku bernama Hapsyari Aprillia, beliau seorang ibu rumah tangga. Aku anak pertama dari 3 bersaudara, adik perempuan ku bernama Lufthania Ghiena Rantika, ia lahir di Pontianak, 02 September 2002, sekarang ia sedang menempuh pendidikan di Madrasah Aliyah Negri 2 Pontianak, sedangkan adikku yang laki laki bernama Muhammad Zhaky Albana, ia lahir di Pontianak, 20 Desember 2005, sekarang ia sedang menempuh pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Negri 2 Pontianak.
Aku baru saja lulus dari pendidikan SMA ku di Madrasah Aliyah Negeri 2 Pontianak, sekarang aku menempuh pendidikan di bangku kuliah jurusan Pendidikan Agama Islam fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan di IAIN Pontianak.
Sebenarnya cita citaku menjadi seorang apoteker, namun takdirku mungkin bukan di sana melainkan di dunia keguruan, karna memang bakatku lebih mengarah pada public speaking, aku sering mengikuti ajang ajang perlombaan yang sesuai dengan bakatku, seperti baca puisi, pidato, catwalk wawasan, serta MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur'an) nah itulah mengapa sekarang aku menempuh pendidikan keguruan.
Harapanku, semoga menjadi pribadi yang lebih baik lagi, menjadi pribadi yang lebih bersyukur tanpa kata mengeluh. Bisa menjadi kebanggaan untuk orang tua, bangsa, negara, agama serta orang sekitar.

Sekian dan terimakasih
Akhirul Kalam, Wabilahi Taufik Walhidayah, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.