Nama : Lufthanithalia Viennantika
NIM : 11901228
Kelas : PAI 1/D
Dosen Pengampu : Farninda Aditya, M. Pd.
Pendidikan agama islam adalah suatu pembelajaran yang dilakukan oleh seorang guru atau yang di tetapkan oleh lembaga pendidikan yabg memberi materi mengenai agama islam sehingga orang menjadi tahu tentang agama islam
Menurut Drs. Ahmad D. Marimba, pendidikan agama islam adalah bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan hukum-hukum agama islam menuju terbentuknya kepribadian ugama menurut ukurab islam (Drs. Ahmad Marimba, 1993:65)
Sedangkan menurut Drs. Burlian Somad, Pendidikan agama islam adalah suatu pendidikan dinamakan pendidikan islam, jika pendidikan itu bertujuan membentuk individu menjadi bercorak diri, berderajat tinggi menurut ukuran Allah dan isi pendidikan nya untuk mewujudkan tujuan itu adalag ajaran Allah (Drs. Burlian Somad:2005:45)
Adapun dalil yang berkaitan dengan pentingnya pendidikan agama islam untuk semua yang beragama islam. Surah Al-Mujadilah:11 "Allah akan meninggikan derajat orang yang beriman diantara orang yang di beri ilmu pengetahuan" Surah Thoha:14 " Dan katakanlah (olehmu Muhammad) Ya Tuhanku, tambahkan kepadaku ilmu pengetahuan" Yang mana dalam surah tersebut menjelaskan bahwa pentingnya kita dalan menuntut ilmu, di tekankan kembali kepada kita bahwa jikalau kita menuntut ilmu maka Allah akan mengangkat derajat kita. Kita dilahirkan wajib di beri pendidikan dari sejak dini hingga kita berumur dewasa. Dan seseorang yang beriman pasti mengetahui betapa penting nya menuntut ilmu agar tidak dipandang rendah oleh orang lain. Kemudian kita tidak merasakan pahitnya kebodohan.
Adapun bentuk penerapan ilmu pendidikan agama islam dalam kehidupan sehari hari. Menurut saya, dengan cara mengikuti perintah Allah dan menjadu segala laranganNya, melaksanakan dengan baik semua ajaran islam yang ada serta melaksanakan perintah berilmu yang bermanfaat dari siapapun serta menjadi hambaNya yang selalu bersyukur.
Rabu, 27 November 2019
Cerita Rakyat Sambas "Kisah Mak Kasum"
Nama : Lufthanithalia Viennantika
NIM : 11901228
Kelas : PAI 1/D
Dosen Pengampu : Farninda Aditya, M. Pd.
NIM : 11901228
Kelas : PAI 1/D
Dosen Pengampu : Farninda Aditya, M. Pd.
CERITA RAKYAT SAMBAS:
KISAH 'MAK KASSUM' DALAM SEJARAH BUBUR PEDAS .
Negeri Sambas kaya akan peninggalan budaya yang diwariskan oleh leluhurnya, mulai dari adat istiadat, bangunan sejarah, rumah lanting, pakaian adat, hingga peninggalan kuliner khasnya yang masih bisa ditemukan hingga sekarang. Kita sebagai generasi muda yang berpendidikan harusnya menghargai dan melestarikan dengan penuh rasa bangga. Salah satu kuliner Sambas yang terkenal adalah Bubur Pedas, sekaligus menjadi makanan khas Kalimantan Barat. Salah satu bahan dasar dalam pembuatan Bubur Pedas Sambas adalah Daun Kesum. Daun Kesum (daun laksa) adalah sejenis tumbuhan yang banyak terdapat di ASEAN. Nama saintifiknya Persicaria odorata.Terdapat bagian pokok Daun Kesum yang boleh diambil untuk dijadikan makanan. Daun Kesum sering diambil dan dijadikan bahan masakan yang sungguh menyelerakan.
Masyarakat Singapura dan Malaysia biasanya menggunakan daun ini sebagai salah satu bumbu wajib masakan laksa. Aroma harum dan cita rasa pedas daun kesum sangat khas dan dapat mengurangi aroma amis pada olahan ikan, ayam atau daging. Tak terkecuali oleh masyarakat Melayu Sambas. Daun kesum merupakan bahan wajib untuk membuat Bubur Pedas yang membuat bubur ini menjadi sangat lezat dan berbeda dengan masakan lainnya. Penggunaan daun kesum untuk bubur pedasdiiris tipis bersamaan dengan daun kunyit sehingga masakan bertambah harum dan sedap.KISAH 'MAK KASSUM' DALAM SEJARAH BUBUR PEDASTujuan saya dalam penulisan artikel ini hanyalah sederhana, berbagi informasi seputar Negeri Sambas.
Nah temen temen kali ini saya mau review sebuah cerita rakyat Sambas "Asal Usul Daun Kesum Dalam Sejarah Bubur Pedas". Cerita ini saya kutip dari buku Balai Bahasa Kalimantan Barat 2017 di tulis oleh Sabhan Rasyid. inilah cerita singkatnya:
Pada zaman dahulu hiduplah seorang raja yang sangat kaya memimpin sebuah kerajaan di Negeri Sambas. Sang Raja memiliki banyak pengawal dan pembantu di istana kerajaannya. Suatu hari, Sang Raja jatuh sakit dan harus terbaring di kamarnya. Nafsu makan Sang Raja dengan seketika menurun bahkan menghilang. Semua penduduk istana sangat mengkhawatirkan kesehatan Sang Raja karena tidak memiliki nafsu makan. Suatu hari, Sang Raja memerintahkan seorang pembantu yang bertugas sebagai juru masak kerajaan untuk membuat makanan untuk dirinya. Pembantu tersebut meracik beras dan sayur-mayur untuk dijadikan makanan dan obat untuk raja. Selesai mengolah semua bahan makanan, pembantu tersebut dengan segera menyerahkanhasil masakannya kepada raja. Tak disangka, raja dengan lahap menyantap racikan makanan dari sang pembantu. Selesai menghabiskan makanan, Sang Raja menyuruh pengawalnya untuk memanggil pembatu yang telahberhasil membuatkan makanan yang sangat enak untuk raja. Pembantu tersebut kemudian menghadap raja. “Ada apa gerangan raja memanggil saya?” tanya pembantu tersebut.Raja kemudian menanyakan kepada pembantu tersebut tentang sebuah daun yang dirasakan raja sangat khas dan enak saat menyantap masakannya. “Daun apakah yang kau gunakan dalam masakan itu sehingga masakan tersebut bisa mengembalikan nafsu makanku?” tanya raja. Hamba menemukan tanaman tersebut di pekarangan istana ini, tetapi hamba tidak mengetahui apa nama tanaman tersebut,” jawab pembantu.Kemudian, raja menanyakan nama pembantunya tersebut. “Siapa namamu wahai pembantu?” tanya raja. Nama hamba Kasum, biasa orang-orang memanggil hamba dengan Mak Kasum,” jelas pembantu. Mendengar jawaban tersebut, sang raja kemudian memberi nama daun khas tersebut dengan daun kasum sesuai dengan nama “Mak Kasum”— seorang pembantu raja yang telah menggunakan daun ini sebagai bahan makanan untuknya.
Nah teman teman sekian lah cerita yang daoat saya kutip. Cerita ini mengisahkan tentang suatu kejadian di bumi Sambas tentang hubungan Mak Kassum dengan Bubur Pedas.
Langganan:
Komentar (Atom)


