Minggu, 02 Februari 2020

Melupakan luka, karna hadirnya orang baru?

      Assalamualaikum sahabat shalihah, terlepas dari masa lalu yang sudah kita bincangkan kemarin, harusnya bisa melupakan luka dong?
Ya, Melupakan luka, karna hadirnya orang baru hehe pernyataan tersebut tak dapat kita munafikkan begitu saja teman, sebab melupakan tak semudah yang kita bayangkan, harus ada faktor pendukung bukan? Ya itu salah satu nya, orang baru hehe

      Menurutku, memang tak mudah juga untuk berkenalan dengan orang baru, menaruh kepercayaan dan hati serta memulai kenangan baru. Tapi itu bukanlah masalah teman, bukan alasan kita untuk menolak orang baru, karna sejati nya, bangkit dari luka memang harus ada pengorbanan.

      Terlepas dari itu, sebagai manusia biasa kita seringkali merasakan jatuh bukan? Apapun itu yang menggunakan kata jatuh. Termasuk cinta hehe.
Setiap jatuh selalu memiliki sakit yang bisa saja nampak dan bisa juga tidak. Tapi tetap saja yang namanya jatuh, selalu menghadirkan rasa sakit bukan?

      Ya, sakit adalah konsekuensi yang harus diterima, tapi pernahkan ketika jatuh kita berusaha menolak untuk mengakuinya? Penyebab nya beragam teman, aku pribadi pun pernah mengalaminya, karna rasa gengsi dan malu ku yang terlampau tinggi.

      Itu sangat aku rasakan sekarang teman, ya, karna hadirnya orang baru yang mulai menghiasi hari dan menyembuhkan luka ku. Boleh dong aku cerita sedikit tentang orang yang baru saja masuk di kehidupanku.

      Panggil saja dia "Riyan" seorang mahasiswa semester 5 yang merupakan senior ku ketika aku mulai menduduki bangku kuliah.  Awalnya aku tak pernah langsung bertatap muka dengan nya, ya itu karna aku selalu berjalan menundukkan kepala saat melewati senior yang aku segani termasuk lah Riyan

      Ketika masa ospek kuliah ku berlangsung, dia selalu jadi bahan perbincangan teman teman baru ku yang sangat menyukainya, terlebih ia bisa di bilang orang yang terkenal di lingkungan kampus, ya karna dia adalah ketua umum salah satu Program Studi yang ada di kampus ku. Itulah yang membuat teman teman ku menyukainya, ya termasuk aku sih hehe

      Terlepas dari itu, aku tak pernah melihatnya secara langsung lagi, tetapi aku melihat nya di status WhatsApp temanku ketika mereka ikut gabung diskusi bersama senior lainnya, ya salah satu senior nya ialah Riyan. Karna rasa gengsi dan malu ku, aku tak pernah ikut gabung dalam diskusi itu teman.

      Namun, tak lama kemudian. Aku kembali melihatnya secara langsung ketika aku mengikuti Latihan Kader di organisasi yang aku ikuti. Tetapi aku tak berani menegurnya,  jangankan menegur, untuk melihatnya saja aku tak berani karna aku sadar posisi ku yang hanya sebagai junior nya.

      Ketika aku mengikuti latihan kader di organisasi ku, aku melihat nya bukan seperti dia yang aku kenal kemarin. Riyan berubah menjadi orang yang menakutkan untuk ku, ya walaupun aku tahu itu hanyalah rekayasa yang telah di rencanakan senior senior ku. Tapi tak tahu kenapa, setelah kejadian itu, aku membencinya teman, karna ilfil ketika melihatnya saat mengevaluasi ku dan teman teman organisasiku hehe

      Singkat cerita, setelah 4 bulan dari masa latihan kader organisasi itu. Aku kembali melihatnya, namun kali ini bukan hanya sekedar melihatnya tetapi juga duduk di samping nya hehe
Tapi Riyan yang telah aku labeli dengan julukan "galak" itu malah membuat hati ku sadar bahwa julukan itu tak pantas melekat di dirinya.
Riyan yang semula ku nilai galak, berubah menjadi Riyan yang aku kenal saat pertama kali aku melihatnya ketika ospek.

      Entah kenapa ketika berada di samping nya, aku merasa luka ku tak terasa hahaha ya mungkin inilah yang di namakan jatuh cinta. Jatuh cinta yang awalnya aku fikir selalu berdampingan dengan luka, malah membuat statement ku berubah menjadi indah.

      Nah, itulah orang baru yang ku maksud untuk membantu kita melupakan luka.
Aku yakin, kalian juga pasti bisa melewati patah hati yang sangat hebat. Suatu hari nanti, kita pasti akan berterima kasih pada waktu yang telah habis digunakan untuk hal yang selalu diperjuangkan. Pada hati yang menggores luka. Pada luka yang meninggalkan duka. Pada rasa kecewa yang pernah dirasakan. Pada hal-hal yang pernah dihargai. Pada kegagalan yang menjatuhkan. Suat saat nanti, kita akan berterima kasih untuk hari- hari itu.

      Sebab setelahnya, semua itulah yang menjadikan kita pribadi yang kuat. Menjadikan kita pribadi yang lebih semangat, pribadi yang lebih tegar dan menjadikan kita menjadi makhluk ciptaanNya yang teramat hebat. Hari itu akan kita alami, entah esok, lusa, tahun depan atau mungkin hanya dalam hitungan jam sesaat.

     Come on teman, bangkit dan move on! Jangan bersedih dan terpuruk, karna kita terlalu berharga untuk cinta yang belum pasti.
Selamat Menyambut Bahagia sahabat shalihah ku!

SAYONARA
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Tidak ada komentar:

Posting Komentar