Assalamualaikum sahabat shalihah, balik lagi ni di blog aku. How's life? Aku harap kalian semua baik baik aja ya terlebih yang masih terjebak dalam nostalgia masa lalu hehe.
Nah kali ini, mungkin ada yang sama ni dengan apa yang aku rasain sekarang. Yuk curhat online.
Pernah gak sih kalian ngerasain kalo masa lalu itu harusnya ga perlu di perlihatkan? Ya bukan berarti tidak ingin berkata jujur, hanya saja semua hal tak perlu untuk dibagi kepada orang lain. Aku yakin, kalian juga pasti pernah menyembunyikan masa lalu bukan? Hmm terlebih masa lalu yang membuat hidup kalian berubah hampir 180°.
Menurutku ya itu hal yang wajar sih, karna gak mudah melewati masa lalu yang kerap kali terlintas di fikiran.
"Kamu si enak masa lalu nya aman aman aja, ga ada yang harus di perbaiki" -netizen.
Ya kadang sedih juga setiap kali mendengar pernyataan itu muncul dari bibir bibir mungil mereka. Pernyataan yang menurutku sangat judgemental, yang lahir karna mereka hanya melihat apa yang kita perlihatkan pada dunia, ketimbang mencoba melihat kondisi hati dan perasaan di balik topeng wajah kita. Aku yakin, padalah mereka tahu apa yang ada didalam tak selalu sama dengan apa yang tampak diluar. Apa yang kita dengar tak selalu sama dengan apa yang di dengar. Intinya tak selamanya yang nampak dan terdengar itu selalu berasal dari bahagia yang mudah di dapat.
Kita tak pernah tahu realita hidup seseorang seperti apa. Jujur, aku sangat tidak setuju ketika melihat orang sekitar mengejudge masa lalu seseorang, menurutku, untuk bangkit dari masa lalu itu tidak mudah teman. Kita tak pernah tahu bagaimana hidup orang yang mengalami kesedihan karena di tinggalkan orang yang dia sayang dan muncul lah rasa trauma di kemudian hari.
Kita mungkin tak pernah memahami itu, karena mungkin yang mereka perlihatkan hanyalah kebahagiaan tanpa harus memperlihatkan kesedihan dan kekecewaan nya. Hingga kemudian muncul di benak kita bahwa mereka tidak pernah mengalami kesusahan. Padahal di bali itu semua, ternyata pernah ada tangisan, perjuangan serta usaha mereka untuk bangkit dari masa lalu, melakukan penerimaan terhadap diri sendiri serta memaafkan masa lalu dan luka yang pernah tertoreh dalam jiwa.
Ketika mereka berhasil bangkit, saat itu lah mereka mulai berjuang untuk mengenyahkan rasa sakit itu dan menggantinya dengan sebuah keyakinan.
Bangga rasanya ketika kita dapat berdamai dengan diri sendiri serta masa lalu, hinggal muncul lah orang baru yang meyakinkan bahwa rasa sakit itu tak mungkin selama nya bersemayam di dalam jiwa. Menurutku masa lalu tak perlu di sesali, masa masa itulah yang menjadi sebuah cambuk untuk kita dalam memperbaiki diri dan hidup kita.
Jadi, seperti apapun dunia menyudutkan kita, seperti apapun cara yang di lakukan orang lain untuk menjatuhkan kita dan seperti apapun kebahagiaan yang tengah orang lain rasakan di atas kesedihan kita. Percayalah, Allah selalu menjaga dan senantiasa bersama kita.
Percayalah teman, bahwa selalu ada pelangi setelah hujan. Segalanya akan terlewati. Mulailah untuk memaafkan diri, mulailah untuk menerima segala kekurangan dan kelebihan diri dan mulai lah untuk mengenali diri jauh lebih baik dari sebelumnya. Serta berhentilah untuk membanding bandingkan masa lalu kita dengan masa lalu orang lain. Karna bahagia datang tak pernah sendiri, ia selalu hadir bersamaan dengan duka. Come on, jangan terpuruk teman! Percayalah dunia tak sekejam yang kita kira. Mari tutup lembaran masa lalu dan ucapkan selamat datang untuk hari yang baru!
SAYONARA SAHABAT SHALIHAH ❤
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
wahhhh keren banget qaqa vienn🤗
BalasHapusHai ika fitriani ❤
HapusKeren banget unch
BalasHapusHalo nursyifaa❤
Hapus